Cerpen "Sebuah Pengakuan : Kegilaan"
“Aku sudah menjadi gila”.
Pengakuan itu sontak membuat lingkungan sekitarnya menjadi heboh. Apakah ada seorang gila mengaku gila? Apakah seorang yang gila menyadari kegilaanya? Apakah ini hanya sebuah sensasi?
Lanjut--->
Posted at 02:31 am by sangdenai
Jangan pernah menganggap remeh sepotong mimpi.
Akan datang suatu masa dimana semua manusia di negeri ini merindukan sepotong mimpi. Ya, sepotong mimpi yang hadir dalam tidur. Cukup sepotong. Tidak lebih. Tidak perlu panjang dan bertele-tele seperti sinetron yang setiap malam menghiasi layar kaca. Atau seperti opera sabun yang diimpor dari Amerika Latin, yang mencapai ratusan episode. Tidak perlu, cukup sepotong. Hanya sepotong.
Lanjut --->
Posted at 02:28 am by sangdenai
Cerpen "Pernikahan Ideal"
Sepuluh tahun waktu telah berlalu. Sepuluh tahun sudah aku meninggalkan kampung halaman yang indah. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun, terus berlalu, silih berganti. Jangan tanyakan padaku kapan kehidupan ini akan berakhir karena aku tidak tahu apa-apa dan tidak dapat berbuat apa-apa. Aku hanya menjalani hidup ini apa adanya. Suka duka hanyalah dinamika yang sangat indah datang silih berganti. Ada proses di dalamnya.
Aku hanyalah seorang anak manusia yang mewarnai dunia ini.
Lanjut--->
Posted at 02:23 am by sangdenai
Cerpen "Ibu, Tolong Bicaralah!"
Aku menatap seraut wajah itu. Sekilas terlihat guratan kedukaan membayang di sana. Sekilas memang. Namun aku dapat menangkap betapa beratnya beban hidup yang ditanggungnya. Seperti gunung es di tengah lautan, hanya sebagian kecil yang terlihat dari permukaan. Jika mau menelusuri lebih jauh, akan kita temukan gunung es yang lebih besar di bawah permukaan air. Bahkan mungkin lebih besar dari yang mampu kita bayangkan.
Aku menatap seraut wajah itu, wajah yang sangat kukenal.......
Lanjut--->
Posted at 02:20 am by sangdenai